Tanjung Selor – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Utara menggelar rapat pembahasan Laporan Pendahuluan kegiatan Penyusunan Model Implementasi Hilirisasi Ekonomi Biru, pada Selasa (15/9). Acara yang merupakan kolaborasi antara Bapperida Kaltara dengan LPPM Universitas Borneo Tarakan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Dr. Mochamad Sarkawi. Dalam sambutannya, Dr. Sarkawi menekankan bahwa penyusunan model ini merupakan langkah strategis daerah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan. Hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sejalan dengan Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia.
Pada sesi inti kegiatan, paparan hasil kajian laporan pendahuluan disampaikan oleh Dr. Ratno Achyani. Dalam paparannya, Dr. Ratno menjelaskan bahwa hilirisasi ekonomi biru di Kalimantan Utara tidak cukup hanya dengan membangun industri pengolahan, melainkan harus memperkuat keterkaitan rantai nilai dari hulu hingga ke pasar. Ia menyoroti potensi besar komoditas daerah seperti rumput laut, udang, dan perikanan tangkap yang memerlukan strategi hilirisasi spesifik sesuai karakteristik masing-masing. Tim kajian juga merancang integrasi model implementasi yang mencakup enam pilar utama, yaitu model klaster wilayah, komoditas, kelembagaan, pembiayaan, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Forum pembahasan ini turut melibatkan berbagai perangkat daerah terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan mitra pembangunan seperti Global Green Growth Institute (GGGI) dan GIZ. Melalui diskusi lintas sektor ini, diharapkan diperoleh masukan konstruktif untuk menyempurnakan rancangan model agar lebih terukur dan inklusif. Ke depannya, dokumen model implementasi ini akan menjadi acuan utama bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam merumuskan program prioritas, pengembangan klaster wilayah, serta penarikan investasi demi mewujudkan Kalimantan Utara yang berdaya saing dan sejahtera.
