Tanjung Selor - Rabu, (23/9) Bapperida menggelar Rapat Koordinasi lanjutan via zoom meeting untuk mematangkan persiapan pelaksanaan penelitian lapangan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Rakor yang diikuti oleh perwakilan perangkat daerah terkait ini bertujuan untuk memastikan dukungan dan fasilitasi menjelang kedatangan Tim Peneliti BRIN yang akan melaksanakan riset di Kaltara pada 4-8 Oktober 2026. Langkah koordinasi ini dinilai penting agar pengumpulan data dan informasi di lapangan dapat berjalan lancar dan komprehensif.
Penelitian yang digagas oleh Tim Riset Perbatasan Pusat Riset Politik BRIN di bawah koordinasi Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., Ph.D., ini berfokus pada tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan. Kalimantan Utara dipilih sebagai lokasi strategis karena merepresentasikan karakteristik unik wilayah perbatasan darat sekaligus laut. Riset ini bertujuan untuk mengembangkan Adaptive Asymmetric Decentralization Model for Border Governance, sebuah model desentralisasi asimetris yang adaptif untuk menjawab berbagai kompleksitas persoalan di wilayah beranda depan negara, seperti ketidaksinkronan regulasi, keterbatasan kewenangan, hingga penguatan kapasitas fiskal daerah.
Melalui kegiatan penelitian lapangan ini, Tim BRIN akan menggali data empiris melalui wawancara dan diskusi terfokus bersama pemerintah daerah, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di Kaltara. Masukan dan validasi akademik dari lapangan ini nantinya akan digunakan untuk menyempurnakan model kebijakan serta menyusun rekomendasi strategis bagi pemerintah. Ke depannya, model ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola multi-level, meningkatkan governability, serta mengoptimalkan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang berdaulat, aman, dan sejahtera.
