Tanjung Selor – Ruang Rapat Gunung Putih, Bapperida Provinsi Kalimantan Utara, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan Pelaporan Aksi Pembangunan Rendah Karbon (PRK) melalui Aplikasi AKSARA, pada Selasa (15/9). Acara yang diikuti secara luring maupun daring oleh perwakilan perangkat daerah dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltara ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperida Kaltara, Yatno Supriadi, mewakili Kepala Bapperida.
Dalam sambutannya, Yatno Supriadi menegaskan bahwa Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan (PEP) merupakan elemen krusial dalam siklus perencanaan pembangunan nasional sesuai amanat UU No. 25 Tahun 2004 dan PP No. 39 Tahun 2006. Ia menjelaskan bahwa Aplikasi AKSARA yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas hadir sebagai instrumen vital untuk memantau pelaksanaan PRK yang sejalan dengan prioritas RPJMN 2020-2024 serta target Sustainable Development Goals (SDGs) ke-13.
Diketahu bahwa pelaporan Aksi PRK Daerah Tahun Anggaran 2025 akan mencakup enam sektor strategis, yaitu kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi, transportasi, pengelolaan limbah, serta pesisir dan laut. Seluruh Perangkat Daerah telah diinstruksikan agar aktif menginput capaian langsung melalui platform AKSARA. Koordinasi dan pengisian data ini akan terus dipantau oleh Bapperida Kaltara guna memastikan komitmen daerah terhadap pembangunan rendah karbon terlaksana dengan optimal dan tepat waktu.
