TANJUNG SELOR – Tujuan memperkuat ekosistem inovasi serta mendorong percepatan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di wilayah Beranda Depan NKRI menjadi fokus utama dalam Workshop Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah dan Penyusunan Kaltara Innovation Hub (KIH). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, (26/8), di Hotel Luminor, Tanjung Selor ini digelar oleh Bapperida Provinsi Kalimantan Utara bersama Program SKALA. Acara dibuka oleh Kepala Bapperida Kaltara, Bertius, mewakili Sekretaris Daerah, serta dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, BSKDN, BRIN, perguruan tinggi, dan jaringan masyarakat sipil.
Dalam workshop ini, arah kebijakan inovasi daerah diselaraskan dengan Visi Pembangunan Kaltara 2025–2029 untuk mewujudkan “Fondasi Transformasi Kalimantan Utara yang Kokoh sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan.” Kepala Bapperida Provinsi Kaltara menekankan bahwa inovasi harus berorientasi pada dampak dan berbasis pada bukti (evidence-based), bukan sekadar penjaringan ide. Oleh karena itu, forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk memetakan akar masalah pelayanan publik dan merancang awal KIH. Ekosistem ini akan mengelola inovasi secara terstruktur mulai dari Problem & Evidence Bank, inkubasi, uji coba, hingga evaluasi dampak dengan dukungan SIRINDAKU sebagai digital backbone, guna mendongkrak Indeks Inovasi Daerah (IID) Kaltara menuju target 65,01 di tahun 2029.
Ke depan, Kaltara Innovation Hub diharapkan menjadi wadah terintegrasi yang menghubungkan berbagai sumber masalah dan gagasan mulai dari policy brief, riset, proyek perubahan ASN, hingga aspirasi masyarakat untuk dikembangkan menjadi solusi pelayanan publik yang nyata. Sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, dan media ini menjadi kunci utama dalam memastikan setiap inovasi yang lahir di Kalimantan Utara terukur, inklusif, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan dasar serta kesejahteraan masyarakat.
